Posted by gita on Sep 6, '09 8:34 PM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | Elie Mulyadi |
Penerbit: Gramedia Tebal: 245 halaman
Ketika buku ini saya dapatkan, saya langsung mengagumi covernya yang cantik. Seorang perempuan yang sedang berdiri di antara dedaunan musim gugur dengan warnanya yang sungguh merona. Masjid putih yang tampak di kejauhan seolah ingin mengingatkan pembaca, perbanyaklah datang ke Masjid di bulan yang mulia ini.
Saat saya membuka halaman demi halaman, saya langsung jatuh hati pada layout buku ini, suka pada pilihan font dan ukurannya. Semuanya menyempurnakan keinginan saya untuk membaca. Ya, jenis font dan ukuran menurut saya memang berpengaruh terhadap keasyikan membaca.
Kisah pertama yang ditampilkan di buku ini adalah kisah yang judulnya dijadikan judul buku. Membaca kisah ini, lagi-lagi, saya langsung menyukai gaya bertuturnya Mbak Elie Mulyadi. Kata-katanya mengalir, pilihan katanya mampu menggambarkan suasana hati si tokoh dengan baik. Mbak Elie mampu menaik turunkan alur cerita dan memindah situasikan cerita (aduh, bahasanya! agak-agak aneh emang).
Sempat terpikir, akankah pola menulisnya selalu sama di setiap kisah? Karena kalau ya, 28 kisah berikutnya pasti akan membosankan. Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Meski di buku ini ada 6 kontributor cerita yang ikut meramaikan kisah, tapi sebagian besar kisah ditulis oleh Mbak Elie sendiri (betul ngga, teh Rini?)
Kisah-kisah berikutnya yang ditulis oleh Mbak Elie ternyata ditulis dengan gaya yang berbeda-beda dan semuanya menarik. Wow! Hebat ya. Saya benar-benar banyak belajar dari gaya menulisnya Mbak Ellie.
Buku ini memang cocok jadi teman di saat Ramadhan sekarang ini. Jadi belajar dari pengalaman mudik orang lain yang lucu-lucu, seru dan juga mengharukan. Tidak hanya bercerita tentang mudik, tapi buku ini juga bercerita dan berbagi kisah mengenai cara memanfaatkan THR dengan baik, cara-cara mengakrabkan keluarga dan juga menghargai orang lain yang melewati lebaran dengan tetap bekerja.
"..Namun, satu yang pasti, Ramadhan dan Lebaran selalu merupakan anugerah. Sebab, di bulan dan hari itulah kita merasakan begitu banyak rahmat tercurah" (tertulis di bagian belakang buku)

 | kekurangan? duh, aku suka bingung kalo ditanya ttg kekurangan suatu buku. mungkin ada, mbak. tapi tertutup oleh kesukaanku thdp gaya menulisnya :)
bintangnya ada kok, mbak....ngga keliatan ya? |
 | ah, iya mbak. editingnya juga rapi..... |
 | Woow, terima kasih banyak, Mbak Gita. Betul, ini karya Mbak Elie yang paling cemerlang menurutku. Selama berbulan-bulan ia dan tim GPU bekerja keras menyunting serapi mungkin. Dan aku bangga melihat hasilnya. Mengenai kontributor, memang kebanyakan ditulis Mbak Elie sendiri berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara kenalan-kenalannya. Proyek satu ini 'tertutup', tidak seperti biasanya suka 'undang-undang'. BTW jangan lupa ikut lombanya, 3 hari lagi lho.. BTW 2: Saya taut ya Mbak, hatur nuhun pisan:) |
 | sama-sama, mbak... ini buku mba elie yang pertama kali aku baca. aku kira antologi, taunya bukan. dan aku sukaaaa....
3 hari lagi ya? insyaAllah ikutan ahh..sayang kalo ngga :) |
 | Hmm..memang buku antologi, Mbak Gita. Hanya beda format:) Semoga sukses ya lombanya. |
 | oooo....buku antologi bisa juga ya dengan format kaya gitu. he he..baru tau :)
aamiin. makasih, mbak.. |
 | setujuuuuu.... aku juga sukaaaa :) |
 | udah lama ga baca buku berbahasa indonesia..hiks... |
 | Buku yang berkali-kali menggaet mata saya untuk melirik sekaligus memilikinya... Tapi, menunggu di rental, sepertinya pilihan yang lebih bijak :)) |
 | udaaaahhh.....beli aja, mbak :) |
 | hehehehe....kok jadinya nunggu di rental? ga beli aja? :) |
 | Nggak apa Mbak Gita, setelah Fatah membaca di rental..nanti akan tergiur juga memilikinya..amiin *narsis subuh-subuh* |
 | hihihihihihi....aamiin... *fatah keselek ga ya, subuh2 dah diomongin? :) |
| |